Quotes Sunshine Becomes You, Ilana Tan
akhirnya, setelah berkali-kali baca novelnya, sampe hafal ceritanya juga gimana, novelnya juga udah bertahun-tahun setelah rilis baru sempet buat nulis ulang disini. eits.. aku bukan nulis sepenuhnya ya, aku cuma nge-quotes beberapa kalimat yang memang aku anggap bagus aja, aku tau pasti kalian suka upload foto dengan caption kan? ntah tujuannya ditunjukkan untuk orang tertentu atau memang ingin nulis aja :p
nih, aku bantu buat nambahin caption kalian ya, lumayan kan xP
kalo kalian udah baca semua seri novelnya kak Ilana pasti selalu jatuh cinta sama karakter tokohnya, juara pokoknya. jangan lupa dibaca juga ya novelnya, trims ♡
"kadang-kadang aku lupa kau bisa sangat menjengkelkan." – Alex
"kadang-kadang kupikir dia menyukaiku. Kau tahu, ada saatnya ketika dia menatapku, tersenyum
padaku, atau ketika dia berbicara kepadaku, kupikir dia menyukaiku. tapi kemudian aku sadar bahwa dia juga menatap, tersenyum, dan berbicara kepada orang lain seperti itu. jadi…. yah, aku tidak tahu." – Ray
"mata hitam yang menatapnya dengan dingin itu membuat Mia berharap bumi menelannya detik itu juga. seandainya tatapan bisa membunuh, Mia pasti sudah terkapar tak bernyawa."
"Mia mengembuskan napas putus asa. apakah sebaiknya ia pergi saja? karena menghadapi Alex Hirano lagi sepertinya tidak ada gunanya. malah laki-laki itu akan semakin membencinya. ya, sepertinya yang terbaik yang bisa dilakukan Mia untuk membantu Alex Hirano adalah menyingkir dari hadapannya. setidaknya untuk sementara, sampai laki-laki itu sedikit lebih tenang."
"aku sudah meminta maaf dan aku sudah menawarkan bantuan. tapi sepertinya kau tidak bersedia
menerima keduanya. baiklah, tidak apa-apa. setidaknya aku sudah melakukan apa yang harus kulakukan dan sekarang aku tidak perlu merasa bersalah lagi."
"mengobrol tentang hal-hal menyenangkan dengan orang-orang yang menyenangkan memang membuat waktu terlalu cepat berlalu. mengenang masa lalu dan bercerita tentang kabar masing-masing. seharusnya ia lebih sering melakukan hal-hal seperti ini dulu, mengambil sedikit waktu luang untuk bersantai dan tidak melulu memikirkan pekerjaan."
"rasa kopi yang tidak asing itu membuatnya merasa nyaman. bagaimanapun, sesuatu yang sudah tidak asing pasti membuatmu merasa nyaman. bukankah begitu?"
"entahlah, walaupun dia selalu bersikap baik, aku mendapat kesan dia masih menjaga jarak. aku jadi tidak berani bertanya, takut menanyakan sesuatu yang tidak seharusnya ditanyakan dan dia akan
semakin menjaga jarak dariku."
"Alex tetap menatap ponselnya dengan tajam, menunggu bunyi singkat yang menandakan pesan masuk. kalau pandangan bisa menghancurkan sesuatu, ponsel Alex pasti sudah hancur lebur."
"kau tidak apa-apa? | tanya Alex pelan. Mia mengerjap. apakah ia salah dengar? apakah ia benar benar mendengar seberkas kekhawatiran dalam suara Alex Hirano?"
"sebenarnya aku bisa saja membiarkanmu tidur di sini sepanjang malam, tapi kupikir tidur dalam posisi seperti itu pasti tidak nyaman. dan aku tidak bisa menggendongmu ke sofa dengan tangan begini. | Mia mengerjap. yah… kalau ia mau jujur, sebenarnya ia sama sekali tidak merasa tidak nyaman tadi. malah ia merasa sangat nyaman. terlalu nyaman."
"Ray jelas-jelas menyukai Mia Clark. semua itu terlihat dari caranya memandang, caranya berbicara, dan caranya tersenyum kepada gadis itu. astaga, Ray bahkan tidak berusaha menyembunyikannya. gadis itu pastilah buta atau benar-benar bodoh kalau tidak menyadari Ray menyukainya."
"kau benar. kau tidak perlu menjelaskan apa-apa kepadaku. aku juga tidak tahu kenapa aku sempat
khawatir."
"apa-apaan itu? apakah laki-laki itu akan kembali bersikap seperti itu kepadanya setelah mereka sempat mengalami kemajuan? apa-apaan…?"
"kau akan mengatakannya kepadaku saat kau memang ingin mengatakannya kepadaku." – Alex
"dulu aku memang menyukainya" – Mia
"terlalu banyak informasi yang tidak ingin kudengar" – Alex
"apakah perasaan itu masih bertahan sampai sekarang?" – Alex
"astaga, Alex, dia bukan anak kecil yang harus selalu dijaga. dia wanita dewasa yang sangat mampu
menjaga dirinya sendiri. dan asal kau tahu, laki-laki yang posesif sudah ketinggalan zaman. mengerti? sama sekali tidak menarik." – Kelly
"dengar, aku tidak akan mendesakmu memberitahuku apa yang mengganggu pikiranmu. aku hanya ingin kau tahu bahwa kalau kau butuh seseorang untuk diajak bicara, aku ada di sini. aku mungkin tidak bisa banyak membantu, tapi aku bisa mendengarkan." – Lucy
"Mia tidak tahu kenapa, tetapi mendengar suara Alex ditelepon saja sudah membuat bibirnya
melengkung tersenyum."
"bagus sekali. Salahkan saja aku kalau itu memang bisa membuatmu merasa lebih baik."
"Alex tadi berkata bahwa ia memikirkan Mia ketika menulis lagu ini. dan sekarang Mia memikirkan Alex ketika mendengar lagu ini."
"pada awalnya sang pangeran sama sekali tidak ingin berurusan dengannya. dia menganggap gadis itu adalah malaikat kegelapan. tapi perlahan-lahan sang pangeran mulai terbiasa dengan keberadaan gadis desa itu. awalnya dia merasa gadis itu teman bicara yang menyenangkan, lalu dia mulai menyadari dia suka melihat gadis itu tersenyum dan tertawa, dia mulai berharap dirinya bisa selalu membuat gadis itu tersenyum dan tertawa, dia mulai meletakkan kepentingan gadis itu di atas kepentingannya sendiri, dia mulai berharap gadis itu akan tetap berada di sisinya, dan dia mulai berharap gadis itu juga merasakan apa yang dirasakannya." – Alex
"tetapi setidaknya Mia tidak menolaknya secara langsung. jadi semuanya masih baik-baik saja. mungkin ia masih boleh berharap... sedikit." – Alex
"saat itu aku baru menyadari sesuatu yang seharusnya sudah kusadari sejak lama. aku tidak tahu kenapa aku tidak pernah menyadarinya sebelum ini. tapi kurasa sebenarnya aku hanya menolak menyadarinya." – Ray
"apa yang pernah dilakukannya padamu sehingga kau tidak bisa bersikap ramah padanya?" – Mia
"kau tahu, Clark, kalau kau membutuhkan bantuan, yang perlu kau lakukan hanya memintanya." – Alex
"aku khawatir, aku takut. tapi aku tidak mungkin menunjukkan apa yang kurasakan di hadapannya. setiap kali kondisinya memburuk dan dia hampir tidak bisa berjalan, aku bisa merasakan rasa
frustasinya dan aku berharap aku bisa memberikan seluruh tenagaku kepadanya, setiap kali ia mendapat serangan dan menangis menahan rasa sakit, aku berharap bisa menggantikannya dan mengambil semua rasa sakit itu darinya supaya dia tidak perlu merasakan rasa sakit sedikit pun. dan ketika dia jatuh pingsan, aku berani bersumpah aku merasakan jantungku berhenti berdetak dan ketakutan besar, yang belum pernah kukenal. seluruh diriku terasa lumpuh. pada saat seperti itu aku
mulai membayangkan kemungkinan terburuk, lalu aku sadar aku sama sekali tidak siap menerima
kemungkinan terburuk. dan kesadaran itu membuat ketakutan yang sudah ada berlipat ganda. tapi aku tidak bisa menunjukkan kelemahan seperti itu di hadapannya. dia membutuhkan seseorang
yang bisa mendukungnya, seseorang yang bisa membantunya ketika dibutuhkan, yang bisa
diandalkannya, seseorang yang bisa meyakinkannya bahwa segalanya akan baik-baik saja.
jadi kuputuskan aku harus menjadi orang seperti itu." – Alex
"ia seolah-olah kehilangan semangat hidup dan hanya bisa menyerah dalam kesedihannya. untunglah ia memiliki keluarga dan teman-teman yang selalu menahannya setiap kali ia jatuh. Alex yakin ia tidak akan pernah bisa menghadapi perasaan kehilangan dan kesedihannya kalau bukan karena mereka. perlahan-lahan ia mulai bisa berfungsi kembali. perlahan-lahan ia mulai bisa melihat menembus kabut tebal dan dingin yang menyelimutinya selama ini. perlahan-lahan ia mulai menerima kenyataan."
"walaupun luka dalam hatinya akan sembuh seiring berlalunya waktu, ia yakin ia tidak akan bisa kembali seperti dulu." – Alex
"maafkan aku karena menghindarimu selama ini. kurasa aku hanya bersikap bodoh dan berharap
segalanya akan lebih mudah kalau kita tidak bertemu. lebih mudah bagimu, juga bagiku. tapi aku
salah. sebenarnya aku tidak bermaksud menghindarimu. aku hanya berusaha menghindari perasaanku
sendiri dengan menghindarimu. dan... aku menghindar karena aku takut pada perasaan yang kau timbulkan dalam diriku, aku merasa tidak berhak merasakan perasaan yang selalu membuatku bahagia tanpa alasan itu, yang selalu membuatku kembali berharap, kembali memikirkan – seandainyai‘. bagaimanapun, setelah apa yang kau katakan padaku, setelah kau menyatakan perasaanmu padaku, kupikir kau berhak mendapat jawaban. walaupun mungkin aku tidak bisa memberikan jawabanku secara langsung kepadamu seperti yang kuharapkan. aku ingin kau tahu bahwa aku mensyukuri hari aku mengenalmu. aku juga ingin berterima kasih atas semua yang sudah kau lalukan untukku. terima kasih karena telah menemaniku selama ini. terima kasih karena tetap bersabar denganku walaupun aku cenderung bersikap tidak masuk akal akhir-akhir ini. aku tidak tahu kenapa kau bisa jatuh cinta pada orang sepertiku, tapi... terima kasih karena telah mencintaiku." – Mia
"seseorang pernah berkata padaku bahwa dia tidak tahu kenapa aku bisa mencintai orang seperti
dirinya. terus terang saja, aku juga tidak tahu. kurasa aku tidak termasuk salah satu orang yang merasa kau tidak membutuhkan alasan untuk mencintai seseorang. karena cinta terjadi begitu saja. kau tidak bisa memaksakan diri mencintai seseorang, sama seperti kau tidak bisa memaksakan diri membenci orang yang kau cintai." – Alex
"walaupun dia tidak bisa berada di sini hari ini, kuharap dia mendengar lagu ini. di mana pun dia berada. dan kuharap dia tahu bahwa selama aku masih bernapas, aku akan selalu mencintainya. sepenuh hatiku. selamanya." – Alex
P.S : quotes ini aku ambil langsung dari novel kak Ilana yang berjudul Sunshine Becomes You, tujuanku menulisnya kembali hanya untuk "mengenang" beberapa kalimat yang ku anggap memang bagus untuk diabadikan, jadi.. mohon dimanfaatkan sebagai mana mestinya, terima kasih ☺

Comments
Post a Comment