Aku Sebagai Kpopers

Diartikel sebelumnya gue udah nulis sedikit tentang gimana gambaran orang-orang terhadap kpop. Kali ini mungkin gue akan menceritakan lebih detail dan agak panjang dari artikel sebelum-sebelumnya. Gue hanya ingin mengingatkan bahwa apa yang gue tulis disini berdasarkan dengan apa yang gue rasakan, berdasarkan sudut pandang gue sebagai kpopers. Gue ngga pernah meminta seseorang untuk berpendapat sama dengan gue, tapi gue minta tolong untuk menghargai pendapat gue. Jadi, untuk kalian yang non-kpopers dalam bentuk netral ataupun hate, gue ngga minta kalian untuk paham apa itu kpop, tapi setidaknya kalian tau alasan dibalik itu sebelum kalian judge seorang kpopers.

Beberapa hari yang lalu, dunia digemparkan dengan berita seorang idol korea yang meninggal karena bunuh diri. Hampir seluruh media mengekspos beritanya, mulai dari yang baik, hingga menjadikannya lelucon. Apa karena kita ngga kenal dengan beliau, jadi kita ngga boleh berduka? Apa karena beliau seorang non muslim, jadi kita ngga layak untuk berbela sungkawa padanya? Tolong, beliau juga salah satu makhluk ciptaan Tuhan. Jujur gue sedih sekaligus miris ngeliat beberapa orang nyinyirin moment kematian seseorang. Bahkan ada yang membuat lelucon yang gue anggap itu udah keterlaluan. Kematian seseorang bukanlah sesuatu yang pantas untuk dijadikan lelucon. Dan ngga sedikit juga orang yang mengaitkan masalah ini dengan masalah saudara kita di Palestine. Gue udah pernah bilang, JANGAN PERNAH mengaitkan suatu persoalan dengan POLITIK dan SARA. Semua itu ngga ada kaitannya dengan kpop. Kpop disini hanya dideskripsikan sebagai hobi seseorang, ngga lebih.
Kalian ngga akan pernah tau alasan dibalik orang-orang yang menyukai kpop dan memang kalian juga ngga mau tau, "buat apaan gue tau begituan?" iyakan? Jadi, yaudahlah, urus aja hidup kalian masing-masing. Kalo kalian ngga bisa berkata-kata baik, ngga tau persis kondisinya gimana, dan ngga tau apa-apa, lebih baik diam daripada harus menyakiti atau melukai seseorang. Mereka yang menyukai kpop, mengidolakan seseorang, mungkin emang mereka butuh kesenangan, mereka butuh motivasi. Kalian mungkin ngga mau tau seberapa berat hidup seseorang, jadi tolonglah, biarkan mereka melakukan apa yang bisa membuat mereka senang. Jika kalian ngga bisa membantu apa-apa untuk membuat orang lain bahagia, jangan ganggu kebahagiannya.

Setiap orang punya cara masing-masing untuk membuat dirinya bahagia, jadi, tolong hormati cara orang lain. Lagipula, dengan mereka menyukai itu, mereka ngga ganggu lo juga, mereka juga ngga ngemis-ngemis uang sama lo buat ngelakuin hobinya. Gue hargai buat siapapun yang berusaha mengingatkan untuk ngga fanatik, untuk ngga melakukan yang berlebihan. Terima kasih. Tapi gue minta, cara kalian untuk menyampaikannya diperbaiki. Bukan dengan menghubungkan satu masalah dengan masalah lain.

Kami mempunyai batasan, kami tau mana yang harus kami lakukan dan tidak, kami ngga pernah mengusik hobi kalian. Jadi, tolong, jangan ikut campur dengan hobi kami. Dan untuk kalian yang mikir kita memuja-muja, menuhankan, membela dengan keras idola kita, itu salah besar. Kami memuji, bukan memuja. Kami memuji hasil karyanya, karena memang mereka pantas untuk dipuji, dan itu hanya sebatas mengapresiasi. Apa salah mengapresiasi suatu karya? Mereka berkarya untuk diapresiasi, bukan untuk dihujat. Kalian yang menghujat mereka, apa kalian punya sesuatu untuk dibanggakan? Setidaknya untuk membanggakan diri kalian sendiri. Apa kalian bangga menjatuhkan nama seseorang? Apa dengan membully dan menilai keburukan orang kalian bisa menemukan jati diri kalian?

Gue nulis ini udah beberapa artikel belum bener-bener puas, gue punya hobi yang tujuannya untuk senang-senang malah jadi hujatan banyak orang. Emang bener sih, selain penyakit, yang paling berbahaya untuk membunuh adalah kata-kata yang dikeluarkan dari mulut seseorang. Mungkin kebanyakan orang merasa tertekan bukan karena beban masalah yang ada didalam keluarga atau ruang lingkup pribadinya, melainkan kata-kata yang dilontarkan oleh orang-orang yang bahkan kita kenal pun ngga. Sebegitu berpengaruhnya kah kata-kata seseorang? Ya, sangat berpengaruh. Kata-kata baik bisa membuat orang merasa lebih baik, saat keadaan paling buruk sekalipun. Tapi kata-kata buruk hanya bisa membuat keadaan buruk seseorang menjadi lebih buruk. Hidup dan mati cuma sekali, berlaku baiklah pada setiap orang, rugi kalo lo cuma ngurusin hal sepele kaya gini, padahal ada hubungannya sama lo juga ngga kan? Ujung-ujungnya lo juga akan kalah sama kpopers. Gue cuma mau ingetin, jangan main-main sama mereka, mereka bisa lebih dari apa yang lo pikirin. Sekali lagi, kita ngga akan pernah bener-bener tau alasan seseorang melakukan hal itu, berprasangka baiklah.

Oh, ya. Berikut gue lampirkan postingan dari seseorang dan beberapa komentar yang ada di dalamnya tentang orang-orang yang menghubungkan kematian Jonghyun dengan Palestina.






  


All we need is all respect, respect for ourselves guides our morals, respect for others guides our manners. Of course, you can't force someone to respect you, but you can refuse to be disrespected. So, please don't judge my choice without understanding my reasons. Thank you.

And here.. few quotes from Boy Chandra, may it helps.






Comments

Popular Posts