Maaf..?
Tersadar baru-baru ini bahwa maaf ternyata memiliki dua arti. Atau bahkan lebih?
Ya, maaf dalam artian sesungguhnya, suatu ungkapan penyesalan karena melakukan sesuatu. Dan maaf dalam artian seseorang itu hanya tidak ingin memperpanjang masalah yang sudah ada.
Ku pikir seseorang akan dan selalu mengatakannya dengan tulus dalam artian sesungguhnya. Tapi ternyata tidak, ada arti lain. Dimana kata maaf tersebut tidak benar-benar diucapkan dengan sebagaimana mestinya.
Apakah serumit itu?
Apakah seenggan itu untuk meluruskan?
Terkadang memang keadaan menuntut salah satu dari dua kepala itu mengalah. Namun, bukankah melontarkan kalimat yang tidak tulus itu menyakitkan?
Ntahlah, aku juga tidak paham. Hanya saja berpikir, mungkin dari sekian banyak maaf yang aku terima. Ada satu atau bahkan beberapa ungkapan yang diucapkan semata-mata karena tidak ingin lagi berususan denganku.

Comments
Post a Comment