Yang Ku Butuhkan
Terkadang
aku butuh pendengar yang tak pernah bosan mendengarkanku.
Terkadang
aku butuh penyemangat yang tak pernah letih menyemangatiku.
Terkadang
aku butuh seseorang yang tak hanya mendengarkanku tetapi juga memberikanku
nasihat. Aku menilai seseorang bahwa sepatah kata yang dikeluarkannya adalah
perhatian. Adalah kepedulian. Mereka tak hanya mendengar. tapi mereka ikut
merasakan.
Terkadang
aku ingin lupa untuk sebentar. Dan walaupun hanya sebentar. Aku butuh melupakan
hal yang tidak ingin ku ingat, aku hanya butuh mengingat hal yang harus ku
ingat, yang benar-benar ingin ku ingat.
Terkadang
pula aku ingin tidak merasakan sakit. Ingin egois terhadap diriku sendiri.
Walaupun aku tahu, itu semua tidak akan ada artinya dan akan menimbulkan
kekacauan baru. Menambah beban baru dan masalah baru. Disatu sisi aku merasa
terpuruk, jatuh tersungkur sendiri, menunduk tanpa melihat apa-apa. Disisi lain
aku tersadar. Walaupun banyak yang mendorongku untuk lebih terjatuh. tetapi
masih banyak orang disekelilingku yang mengulurkan tangannya untukku. Menarikku
kembali, membuatku berdiri lagi, menuntunku, merangkulku, bahkan membanjiriku
dengan doa.
Pada
akhirnya aku menyimpulkan bahwa aku tidak butuh apapun “aku hanya butuh
seseorang yang bisa mendengarkanku dan ada disaat aku butuh pendengar.”

Comments
Post a Comment