a Kind of Myself
Genap sudah 22 tahun umurku saat ini, tapi aku sama sekali tidak merasakan perubahan yang ada pada diriku. Selalu merasa sendiri tidak pernah baik, hanya dalam beberapa keadaan aku merasa bebas. Aku adalah seseorang yang selalu berubah-ubah suasana hatinya dan terlalu sensitif. Dan terkadang aku terlalu egois, hanya memikirkan perasaanku sendiri. Aku menjauhkan orang-orang karena suasana hatiku buruk dengan seolah-olah hanya aku yang punya hati.
Terkadang aku berpikir bahwa seseorang tidak perlu tau betapa sakit dan terpuruknya aku. Tapi disisi lain aku butuh untuk meluapkan semua yang ada merusak pikiran dan hatiku. Bagaima caranya aku bercerita tanpa melukai seseorang, tanpa menuntut seseorang untuk ikut merasakan apa yang aku rasakan. Kenapa aku selalu merasa sendiri. Kenapa aku selalu merasa jika orang-orang meninggalkan aku. Padahal aku tahu benar, bahwa aku lah yang menghindari mereka, aku yang sengaja menghilangkan jejak dari kehidupan nyataku.
Aku sama sekali tidak bermaksud untuk mendeskripsikan seperti apa diriku dan bagaimana kehidupanku. Aku hanya ingin menumpahkan isi pikiranku. Tentang bertahun-tahun belakangan ini aku selalu merasa bahwa aku bukanlah aku. Kehidupanku berubah sejak ayahku meninggalkan dunia ini, meninggalkan kehidupanku dan keluarga kami. Merasa berat sudah pasti, detik perjuanganku terhitung sejak nafas terakhirnya dihembuskan. Aku dihadapkan pada kenyataan bahwa seluruh kehidupanku bergantung atas diriku, mereka adalah tanggung jawabku.
Aku tidak tahu benar bagaimana kondisiku saat ini, apakah baik atau tidak. Hanya saja aku sering merasa terganggu, terganggu oleh pikiran buruk tentang orang-orang terhadap diriku. Aku selalu merasa bahwa aku tidak cukup layak berada di lingkunganku saat ini, tidak layak untuk berada disekeliling mereka. Mereka berkehidupan normal, sedangkan aku tidak.
Insecurity, stress, depresi.. tentang bagaimana aku dikuasai oleh pikiran buruk dan berakhir dengan aku yang meninggalkan orang-orang disekitarku, bahkan orang-orang terdekatku. Tentang aku yang tidak bisa terbuka oleh orang-orang, lebih menyimpan dan mengubur dalam perasaanku, pikiranku, dibandingkan dengan meluapkannya. Aku sama sekali lupa bagaimana caranya marah, bagaimana mengungkapkan seluruh perasaanku jika aku senang, sedih dan kecewa. Dan juga, ini tentang aku yang lebih memiliki menyakiti diriku sendiri daripada aku yang menyakiti orang lain.
Apa ada seseorang yang masih peduli, yang masih ingin menerimaku, yang masih ingin hidup denganku, seorang gadis lemah dengan segala kekurangan di jaman seperti sekarang. Disaat gadis lain sibuk menyusun masa depannya penuh dengan dukungan orang-orang, bersolek cantik dan berjalan dengan seluruh keanggunan yang ada pada dirinya. Ceria dan disukai orang-orang.
Tidakkah menyedihkan jika aku bilang bahwa aku membutuhkan seseorang yang akan selalu ada, mendampingi dan menerima apapun keadaanku saat ini ataupun kelak. Aku sama sekali tidak berharap banyak, sementara aku hanya menghindar. Semakin hari aku hanya menemukan bahwa semakin banyak orang-orang yang aku hindari.
Sekali lagi aku tegaskan, aku tidaklah normal. Aku bukanlah seseorang dengan wajah cantik rupawan, dengan mental kuat, kepribadian sehat seperti gadis lain yang diidam-idamkan. Atau seperti anak lain yang terawat dengan baik. Bukan, bukan orang tuaku yang tidak merawatku dengan baik. Hanya aku yang tidak tau cara merawat semua yang ada pada diriku dengan baik. Emosionalku terganggu, aku lebih sering menyendiri. Aku lebih milih menangis jika aku kesal dan tidak bisa mengungkapkan apa yang harus keluar dari hati dan pikiranku.
Aku sama sekali tidak mengharapkan belas kasihan untuk siapapun kalian yang membaca ini, percayalah. Namun, aku juga tidak bilang bahwa aku dalam keadaan baik-baik saja. Aku hanya memohon, keluarkan apa yang ada dihati dan pikiran kalian, semasih itu bisa dan belum terlambat. Carilah seseorang yang kalian percaya.
Kenapa aku merasa seburuk ini aku pun tak paham, semakin hari hanya semakin buruk, pikiran dan perasaan yang aku terima. Aku benar-benar tidak bisa menyuarakan dan mengeluarkan. Jika kalian terganggu dengan sikapku yang mungkin membuat kalian merasa risih, dengan tulisan burukku, tentang perlakuan burukku, tentang semua yang membuat kalian merasa tidak nyaman dengan keberadaanku, aku minta maaf.
Aku tidak bisa menjadi teman yang baik. Aku tidak bisa menjadi adik dan kakak yang baik. Aku bukanlah orang baik. Aku minta maaf.

Comments
Post a Comment