Keluar Dari Zona Nyaman

Apa yang membuat kalian suka dengan seseorang?
Apa yang membuat kalian sayang dengan seseorang?

Penampilan?
Fisik?
Kecerdasan?
Perilaku?

Aku pernah mengalami suatu kejadian, dan semenjak itu aku bertanya-tanya pada diriku sendiri hingga akhirnya aku berani mengambil kesimpulan.

Pada saat itu aku sedang mengagumi seseorang, dia tidak tampan, malah dia terlalu sederhana, mungkin karena kesederhaan itu, aku mengaguminya. Kemudian, aku kenal dengan salah seorang temannya, ya, seorang laki-laki juga. Temannya itu sering menyapaku, jika boleh jujur, mungkin jauh lebih tampan darinya. Anehnya aku tidak merasakan apa-apa, dia yang cenderung pendiam, malah tidak jarang membuatku gemas.

Tidak, aku tidak akan cerita lebih lanjut tentangnya. Aku akan menyimpulkan bahwa rasa yang timbul itu bukan karena aku mengagumi dia secara fisik, aku mengagumi dia untuk seluruhnya, apa yang ada padanya. Rasa nyaman itu timbul ketika aku berbicara padanya, menatap matanya, melihat senyumnya.

I know you can imagined how deeply in love I am at that time.

Namun, sayangnya itu tidak bertahan lama, aku memilih untuk menjaga jarak karena beberapa alasan. Awalnya aku takut, namun akhirnya aku bisa mengalahkan rasa itu dan keluar dari zona nyamanku.

Aku ada beberapa tips untuk kalian yang sedang mencoba hijrah untuk menjaga hubungan yang lebih baik, jika kalian kagum atau menyukai seseorang atau bahkan menyayangi seseorang, serahkan semua sama Allah, berdoa padanya. Dulu, waktu aku baru-baru dekat dengannya aku selalu berdoa "Jika dia adalah orangnya, maka dekatkanlah. Namun, jika bukan, maka jauhkanlah dengan cara terbaikMu." dan benar, waktu pertama aku memang selalu dipertemukan, hampir setiap hari aku bertemu dengannya. Hingga suatu hari aku dijauhkan, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi, dan disaat yang sama aku sadar, Allah telah mengabulkan doaku, Allah telah mempunyai pilihan terbaiknya untukku. Serahkan semuanya ke Allah, In Syaa Allah, pilihan Allah bisa membuatmu lebih baik untuk dunia, terlebih akhiratmu.

Lalu, apakah aku memutuskan hubungan dengannya?
Tidak. Aku masih berhubungan baik dengannya, namun kali ini tanpa ada rasa apa-apa. Rasa itu benar-benar hilang, yang aku sendiri kurang paham kenapa bisa, padahal dulu jelas-jelas jika mendengar namanya saja tidak pernah gagal membuat aku tersenyum.

Allah memiliki dunia dan seisinya, jika Dia bisa membuat dunia dan seisinya, apalagi membolak-balikkan secuil hatimu? Maka dari itu, dekatilah pemiliknya :)

Comments

Popular Posts