Poetry



Untukmu,

Seseorang yang aku sayangi dengan sukarela dan sekarang harus ku ikhlaskan pula dengan sukarela. Aku telah berusaha untuk jujur, mengungkapkan apa yang selama ini tersimpan. Namun ntah mengapa, aku tak pernah puas. Semua telah aku katakan, berhentilah bermain. Ku sudah lelah untuk bermain-main.

Jika waktu untuk bermainmu masih panjang, sementara waktuku tidak banyak untuk menanggapi permainanmu. Jadi, teruskan saja permainanmu itu. Aku akan melanjutkan perjalananku. Namun satu hal yang perlu kau ingat, jangan pernah memanggilku saat kau melihatku. Aku mohon. Biarkanlah aku pergi. Hati kecilku sungguh malang, tidak setangguh punyamu mungkin. Ia tak sanggup untuk bermain. Tolonglah, izinkan aku untuk pergi. Sesabar ini aku menunggumu agar langkah kaki kita berjalan seiring.

Aku tahu benar, aku tidak pernah benar-benar pergi. Tapi kali ini, kurasa sudah cukup. Sudah kesekian kali dan aku benar-benar lelah.

Doaku, semoga kau selalu dimudahkan dalam perjalananmu, semoga langkahmu selalu diiringi dengan doa-doa baik, dan semoga kau selalu bahagia.

Aku pergi.



Dari,

Seorang gadis kecil yang tahu cara untuk mengungkapkan kata-kata.

Comments

Popular Posts